Manfaat Brokoli Untuk Asam Urat

Penderita asam urat tentunya tahu bahwa harus berhati-hati dalam memilih makanan dan tidak boleh nekat mengkonsumsi makanan yang tinggi purin. Ada pula makanan yang harus dibatasi, artinya hanya boleh dimakan dalam jumlah sedikit dan dalam frekuensi yang jarang. Nah, salah satu makanan yang direkomendasikan untuk penderita asam urat adalah brokoli. Apa saja manfaat brokoli untuk asam urat?

Manfaat Brokoli Untuk Asam Urat

Penyakit asam urat, atau istilah medisnya adalah artritis gout adalah penyakit yang menyebabkan nyeri di persendian, yang bisa disertai kemerahan dan bengkak. Jika kambuh, tentu saja ini dapat mengganggu aktivitas. Asam urat adalah kondisi terjadinya penumpukan kristal monosodium urat pada sendi dan jaringan. Kristal asam urat yang berlebihan inilah yang akan menumpuk di jaringan tubuh dan menyebabkan inflamasi pada persendian.

Manfaat brokoli untuk asam urat

Dilansir dari Livestrong, brokoli diyakini baik untuk penderita asam urat. Brokoli diketahui kaya akan vitamin C, serta, serta sumber baik asam folat dan potasium. American Dietetic Association (ADA) mengklasifikasikan brokoli sebagai makanan fungsional karena kaya akan senyawa bioaktif seperti sulforaphane. Tak hanya itu, brokoli adalah tambahan yang baik untuk diet penderita asam urat karena kandungan purinnya rendah.

Menurut laporan “Gout” yang disusun oleh Drs. Grahame, Simmonds and Carey, brokoli dikategorikan memiliki kadar purin yang rendah, secara spesifik dikelompokkan dengan makanan yang mengandung 50-100 mg purin per 100 gram. Kandungan purin dikatakan tinggi jika memiliki 150-1.000 mg purin per 100 gram.

Penderita asam urat memang harus memperhatikan asupan makanannya. Salah-salah, jika yang dikonsumsi tinggi purin, asam urat bisa kambuh dan mengganggu produktivitas. Karena brokoli rendah purin dan kaya akan vitamin C, tambahkan sumber makanan tersebut ke piring makan Anda sehari-hari. Kombinasikan juga dengan diet yang disarankan untuk penderita asam urat yang disebutkan di atas. Tak hanya itu, taatlah pada pengobatan yang dianjurkan oleh dokter Anda supaya dampaknya bisa optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *